Senin, 09 Desember 2013

Rangkaian Arus Listrik

Rangkaian Arus Listrik bisa dibedakan antara listrik dinamis dan juga statis. Pada rangkaian listrik dinamis, arus listrik bisa bergerak yang biasanya sering anda temukan seperti pada contoh baterai. Baterai ini memiliki kutub positif dan juga negatif. Yang akan mengalirkan tegangan dan juga arus didalamnya. Dan tentu saja hal ini bisa mengantarkan aliran listrik. Sementara jika dibedakan antara cara mengalirkan aliran listri, rangkaian arus listrik terdiri dari :

Rangkaian Seri
Yang merupakan rangkaian listrik yang komponennya akan disusun secara berurutan atau berjejer dan berbaris. Dan tentu saja sumber tegangan pastinya akan diletakkan berurutan juga. Dan kelemahan dari rangkaian ini adalah, jika salah satu komponen di rangkaian tersebut rusak dan mati, tentu saja bisa membuat semua aliran listrik akan terganggu dan mati.

Rangkaian Paralel
Rangkaian parallel sendiri merupakan rangkaian yang semua komponennya akan disusun secara berderet atau berjajar. Semua komponen akan mendapatkan cabang sendiri-sendiri yang masing-masing cabang akan mendapatkan arus di dalamnya. Dan tentu saja hal ini merupakan keunggulan dari rangkaian parallel. Jika salah satu komponen rusak atau mati, tentu saja semua aliran di dalamnya tidak akan berpengaruh. Hanya di komponen yang rusak itu saja.

Rangkaian campuran
Sementara untuk rangkaian campuran, adalah penggabungan antara rangkaian seri dan juga rangkaian parallel di dalam 1 rangkaian . Biasanya hal ini terdapat pada perangkat elektronik yang cukup rumit. Dan tidak jarang kedua rangkaian ini menjadi saling mendukung keduanya untuk menopang kinerja aliran listrik.

Rangkaian Arus Listrik

Gambar Skema Rangkaian Arus Listrik


Keuntungan dari rangkaian seri ini tentu saja dengan penghematan di sektor kabel dan juga cara merangkaianya yang sangat sederhana. Dan kerugiannya tentu saja seperti yang sudah disebutkan di awal tadi. Dengan putusnya aliran tersebut, tentu saja lampu menjadi tidak terang yang membuat energinya juga boros. Pasalnya digambarkan adalah 1R + 1R + 1R. sedangkan di rangkaian paralel menggunakan rumus 1/R + 1/R + 1/R. Untuk rangkaian paralel endiri untung dan rugi dari rangakain ini adalah berlawanan dengan rangkaian seri tersebut. Demikian penjelasan singkat mengenai rangkaian arus listrik, semoga rangkaian ini berguna bagi pembaca setia rangkaian elektronika.

1 komentar:

  1. […] Sementara untuk potensiometer sendiri bisa diganti dengan menggunakan komponen resistor variable yang tentu saja bisa mengirit tempat untuk board PCB. Sementara saklar pada gamabr diatas memiliki fungsi sebagai switch guna memicu rangkaian bel rumah yang menggunakan variasi suara. Baca juga artikel rangkaian elektronika lainnya, seperti Rangkaian ATS, Rangkaian Sensor Air dan Rangkaian Arus Listrik. […]

    BalasHapus