Rabu, 11 Desember 2013

Skema Rangkaian UPS

Skema Rangkaian UPS pastinya sudah bukan rangkaian listrik yang asing bagi anda terutama yang mendalami ilmu dan juga dunia elektronika. Sama saja dengan anda yang memang sudah asyik di dunia komputer, tentu saja rangkaian UPS tidak terlalu asing. Rangkaian UPS sendiri mempunyai kepanjangan atau arti Untinteruptible Power Supply. Dan dari artinya sendiri rangkaian UPS ini memiliki fungsi sebagai rangakaian atau alat yang bisa menyimpan daya listrik secara sementara ketika terjadi putusnya arus listrik baik dari sumber daya PLN dan juga genset. Rangkaian UPS juga bisa digunakan dan memanfaatkan daya yang memiliki nilai yang berbeda sesuai dengan kebutuhan dari masing-masing hardware. Untuk di dunia rumah tangga sendiri, skema rangkaian UPS memang kurang perlu. Sementara berbeda jika ditujukan untuk kantor apalagi yang memang menyediakan jasa telekomunikasi dan informasi serta internet. Pastinya rangkaian UPS akan dibutuhkan.

Rangkaian UPS sendiri memiliki 2 jenis. Rangkaian pertama adalah jenis stand by dan yang kedua adalah rangkaian UPS jenis online atau line interactive. Rangkaian UPS ini memang bisa memberikan daya listrik sementara ketika sumber listrik sedang mengalami gangguan atau putus aliran listrik. Dengan menggunakan rangkaian UPS tersebut, anda bisa memiliki waktu guna mematikan beberapa alat elektronik seperti komputer untuk menghindari rusaknya hardware di dalamnya. Dan lama waktu rangkaian UPS sendiri tentu saja berdasarkan dari besaran atau kapasitas dari baterai didalamnya.

Gambar Skema Rangkaian UPS


Skema Rangkaian UPS

 

Anda dapat membuat skema rangkaian UPS di atas dengan mudah. Anda sendiri bisa membuatnya mengikuti skema rangkaian diatas. Rangkaian UPS bisa mengalirkan arus dengan besaran 12 V inregulated dan 5 V regulated. Komponen transformator T1 berfungsi untuk menurunkan tegangan sebesar 12 V AC yang diretifikasi dengan komponen B1. Sementara komponen C1 akan memperbaiki sinyal dan menghaluskan kembali. Baterai secara otomatis akan melakukan pengisian saat mendapat sambungan listrik. Ketika aliran listrik hilang atau pun terputus, secara otomatis baterai akan langsung mengalirkan listirk ke komponen IC Regulator dan dioda D4 yang akan melepaskannya ke terminal 12 V DC.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar